• 2

    Aug

    Arini.

    Berdiri di bahu Jalan Pahlawan di bawah ganasnya terjangan cahaya pemilik kehidupan di muka bumi ini yang rasanya bisa memeras seluruh cairan yang ada di dalam tubuh ini, adalah siksaan tesendiri yang selalu aku dapatkan dari kota ini. Namun aku menikmatinya. Entah dengan cara apapun, aku berusaha menikmatinya, dan memang aku menikmatinya. Walaupun kadang ada sedikit makian yang bukan kutujukan untuk orang lain, tetapi untuk diriku sendiri. Yang jelas apapun makianku, tidak akan serta merta mengubah cuaca siang hari ini, ketika aku berdiri di bahu Jalan Pahlawan untuk menunggu bis kecil yang jumlah armadanya tidak seberapa banyak itu, untuk tiba-tiba menjadi cuaca yang sangat aku nikmati ketika malam hari di perbukitan Candisari. Semarang selalu memberikanku suatu sensasi tersendiri, tap
  • 26

    Jul

    Untuk Kamu, yang membuat setiap senja dan malamku beku.

    Silahkan masuk! Pintu rasa itu selalu terbuka, demi dan untuk kebersamaan semu kita. Maukah kau? Mampukah aku? Karena sendiri, aku tak yakin mampu mengemas kebahagiaan itu, untuk kita. Sebagai kita, telah sampai dimana perjalanan rasa yang terdidihkan itu? Sebagai anugerah, itulah posisimu. Sebagai bahagia yang terpatri kini, nanti dan di masa lalu. Sebagai kita, kebersamaan itu lebih dari bahagia, itu bagiku. Dan kuyakin, begitupun kamu. Dengan apapun dan bagaimanapun perjalanan ini membawa kita sampai ke titik itu, nanti. Lalu,  segalanya hilang menepi; tanpa merunut kata hati. Mungkinkah kembali seperti dulu lagi apa yang kau dan aku yakini sebagai kita? Setelah jarak dan rasa bisu menghitam-pekatkan dan membekukan kebersamaan? Seharusnya sebagai kita, perpisahan tak ka
  • 8

    Jul

    #PuisiMalam - Ceritaku Belum (Akan) Usai

    Ceritaku tak pernah selesai, mungkin belum. Ia serupa kisah kita yang berakhir tanpa pernah benar-benar kita mulai. Ceritaku tak pernah selesai, mungkin belum. Seperti rindu yang menerkam dan habis dibantai oleh pelukan. Ceritaku tak pernah selesai, mungkin belum. Ia yang ingin terus engkau pupuk dan akhirnya engkau abai, terbengkalai. Cerita yang sedang kurangkai ini belum benar-benar selesai. Harapku akan segera usai. Benar-benar usai.
  • 30

    May

    FIKSI MINI: Ini Sungguh Rumit!

    RUMIT Memasuki tahun 2012 ini yang telah membawa kejanggalan di dalam hidupku. Biasanya kepalaku dipenuhi oleh suara-suara yang membuatku dalam keramaian walau aku berada di kesunyian. Dalam otakku ini terdapat dua orang gadis yang masing-masing kuciptakan dengan kemampuan yang luar biasa. Dulu aku memiliki seorang gadis centil di otakku, namanya Angel. Dia sangatlah energik. Dia pandai bernyanyi, bahkan mampu menyanyikan lagu I will always love you-nya Whitney Houston dengan sangat indah. Dia adalah tipe gadis yang penuh dengan ide dan sangat diinginkan oleh para pria. Angel sangat berkuasa, bahkan jika ia merasa gadis-gadis lain yang ada di kepalaku sedang bosan atau tidak punya topik yang menarik untuk dipikirkan dia akan datang mengisi kekosongan itu. Angel mampu menyihir p
  • 29

    May

    Saya diajarkan.... Oleh entah siapa gurunya...

    Life's Lesson Saya diajarkan untuk yakin pada diri sendiri untuk bisa melakukan segala sesuatu, walau orang-orang di sekitar saya meremehkan saya, entah oleh siapa gurunya… Saya diajarkan untuk selalu bangkit ketika jatuh, meskipun harus berkali-kali jatuh, entah oleh siapa gurunya… Saya diajarkan untuk selalu berprasangka baik terhadap orang lain, meskipun orang tersebut selalu berburuk sangka kepada yang lain, entah oleh siapa gurunya… Saya diajarkan untuk menghargai orang lain, meskipun orang lain tersebut kadang memandang sebelah mata terhadap orang yang lainnya, entah oleh siapa gurunya… Saya diajarkan untuk sebisa mungkin menghapus setiap air mata yang ada di wajah orang lain, meskipun kadang saya harus menghapus air mata di wajah
  • 21

    Apr

    Cinta Kamu Sangat, Paris.

    Paris, aku cinta kamu - banget. Aku pengen sebenernya tau lebih banyak tentang kamu, lebih dalem, aku pengen ngerti semua apa yang kamu pikirin, dan juga yang orang lain pikirin tentang kamu. Sayang… aku belum pernah bertemu kamu. Belum pernah nikmatin semua cantik dan jeleknya kamu. Paris, kalau nanti aku ketemu kamu, kita jalan-jalan yuk. Berdua aja, aku sama kamu. Kita ke Pont Des Arts. Itu, tempat paling romantis di tempat kamu kan? Dan itu jembatan. Iya, jembatan, keren ya, jembatan kok bisa cantiknya sebegitu banget. Aku makin terpesona aja deh sama kamu :) Terus? masih nanya kenapa aku nggak jatuh cinta sama kamu, Paris? Abis dari Pont Des Arts kita ke Jardins duTrocadero. Liat Eiffel nyala terang waktu malam hari, terus kita lari sampe di bawah Eiffel, persis. Iv
  • 17

    Sep

    Antara aku, kamu, hujan, dan sebuah panggilan telepon masuk.

    Rainning… Hari ini, tanggal 16 bulan 09 tahun 2011, hujan deres banget di luar. Dan gue udah lupa, lupa banget malah, kapan terakhir rumah gue ini diguyur hujan. Bahkan udah berbulan-bulan mungkin, dan beberapa minggu terakhir ini cuaca panas nya semakin menggigit kalo bukan karena udah berpengalaman malang-melintang 24 taun hidup di negeri khatulistiwa ini, udah mati kering karena dehidrasi tingkat tinggi kali gue, bahkan mungkin yang lain. Hujan malam ini, lebih tepatnya sich ujan ke-2 gue dalam minggu ini. Ampuun dah, sampe segitunya gue ngitungin ini ujan keberapa..hahahha.. Emang sich biasanya sesuatu hal yang ditunggu kedatangannya, ketika dia akhirnya bener-bener dateng, jadi special banget rasanya. Walaupun sebenernya itu hal biasa, karena memang udah lama banget g
  • 7

    Sep

    Kamu: Happy Ending-ku

    Kaulahyangpertamainginkulihat Saatmentarimulaibersinar Kaulahyangterakhiringinkulihat Saatkupejamkanmata Indahmatamu,indahwajahmu Mampumenyinariduniaku Indahhatimu,indahcintamu Mampumenyadarkandiriku Walautakadacintadidunia Kukanselaludisampingmu Karnakamuhappyending-ku Source: http://liriklaguindonesia.net/a/abdul-and-the-coffee-theory/abdul-the-coffee-theory-happy-ending/#ixzz1XFXTEw7Z Lovable-Abdul and the Coffee Theory
  • 28

    Aug

    *In fake pray* : "Selamat ya..!"

    Source google.com Kita gak bisa ngelarang orang untuk bicara apapun, dan selama kita masih punya dua telinga menempel di kiri dan kanan di kepala kita dan terhubung langsung dengan otak. Kita mao gak mao harus ngedengerin apapun yang orang katakana lewat mulut mereka, baik itu kabar yang baik atau buruk. Dari sekian banyak kegiatan yang gue lakukan dan lewati hari ini, kenapa mesti kata-kata itu yang harus gue denger lewat telinga gue hari ini. Even gue sebenernya fine-fine aja ketika nge-denger kata-kata itu dari seorang temen, tapi tetep aja memaksa gue untuk berpikir dan bertanya-tanya pada diri gue sendiri seberapa penting kata-kata itu, dan seberapa penting juga gue harus nge-respon kata-kata itu. Simple aja sich sebenernya, kalo gue mao ambil positifnya aja. Berarti dia bukan
Prev -

Author

Follow Me

Search

Recent Post