Untitled

5 May 2013

Ini adalah malam yang mulai tergelincir menuju fajar
Bersiap akan sentuhan-sentuhan sang mentari yang menggerayangi setiap sudut pagi
Cerah… Hangat…

Ini adalah siang yang mulai tergelincir menuju senja
Bersiap akan dinginnya malam yang akan menyelimuti seluruh bumi.
Dingin… Menusuk…

Rotasi semesta itu bergerak dengan sendirinya, tulus, tanpa paksaan.
Tidak ada penjelasan! Fisika hanya membuatnya tampak masuk akal.
Selain itu tidak.

Juga rasa ini, tidak ada penjelasan yang bisa membuatnya tampak masuk akal dan logika ketika hari itu mata ini teracuni manisnya sebuah senyuman.

Perciknya membuat malam tidak lagi dingin, dan siang tidak lagi sesak.

Kau pernah bertanya, tentang sebuah alasan.
Kujawab seadanya, hanya untuk memuaskan logikamu.
Selain dari itu, tidak! Tidak ada lagi alasan yang bisa kususun. Ini tulus, alami.

Ini adalah tentang sebuah terima kasih kepada Sang Penenun Kehidupan.
Untuk rasa humorNya yang ironi, Dia mempertemukanku dengan hal indah yang dicipta olehNya tanpa memberikan waktu barang sebentar untuk mengaguminya secara paripurna.

Pemeran hanya bisa berlakon menurut arahan Sang Sutradara.
Seperti Sinichi Kudo yang tetap menemani langkah Ran Mouri dalam wujud seorang Conan. Ada penjelasan?

Ketika Dia membuat sepasang kaki melangkah menjauh, Dia pasti juga akan menuntun kaki yang sama untuk pulang menuju sepasang kaki yang lain, Dan memulai perjalanan, bersama.

Batam, 05/05/13.
03.43 a.m.


TAGS Puisi Ungkapan Logika Romance Jawaban


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post