Pilihlah Kasihmu, Hai Mentari!

8 Sep 2012

Kau terlalu baik hati, mentari.

Aku tak tahu hatimu terbuat dari debu angkasa yang berasal dari antah berantah mana
Ssehingga terbuat tanpa rasa iri, dengki, cemburu yang terkadang menusuk kalbu?

Kau seperti menyembunyikan semua dendammu dan terus tersenyum menjalankan tugasmu.
Aku sudah katakan padamu, mentari.
Sejujurnya, tak semua di sini menyukai kedatanganmu.
Termasuk diriku pada sesekali waktu.

Banyak mahluk bumi tak tahu diri menghujatmu dan tak menginginkan kehadiranmu.
Tapi kan? Mana kau pernah peduli itu..?
Kau berikan lagi dan lagi sinarmu yang manis di setiap hari.
Tak peduli untuk mereka yang menungggumu atau mengujatmu.

Pilihlah kasihmu, hai mentari!
Sinarilah mereka yang hanya kau cintai dan ingini!

Hmmm… Bagaimana jika kita berbagi ilmu?
Akan kuberikan cara untuk membenci seseorang dan kau memberitahuku bagaimana caranya memberi tanpa harus diberi.

Ya, aku ahli dalam membenci seseorang.
Kau jangan khawatir akan hal itu
aku tau bagaimana caranya membenci orang dengan cara setia
dan tak kan pernah diketahui orang lain.

Tidak seperti kau, bodoh!
Kau mencintai siapa saja bahkan merekapun terkadang menghujat dibelakangmu.
Dan aku akan belajar bagaimana caranya memberi dengan tulus.
Itu sama sekali bukan keahlianku.

Aku tak memaksa, aku hanya menawarkan satu keahlianku untukmu.
Aku tau kau pasti tak akan tergiur degan tawaranku
dan esok pun kau akan tetap datang dengan senyummu. Ya, kau akan tetap saja berlaku bodoh.

Jika begitu, ijinkan aku untuk mencuri sedikit ilmu bodohmu; memberi tanpa harus diberi.

Terima kasih ya mentariku, untuk sinarmu yang tak pernah memilih.

Mentari

Sinar yang tak pernah memilih


TAGS Matahari Mentari Sinar Pagi Tentang Mentari


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post