• 13

    Feb

    Surat Cinta untuk Evol

    Kepada, Kamu, Atas nama kenangan di hari lalu, Mimpi di hari esok, Cinta di hari ini… Bila aku harus memilih antara bernafas atau mencintaimu, Aku akan menggunakan nafas terakhirku untuk mencintaimu! Ijinkan aku untuk menjadikanmu, sinar dalam hatiku. Karena sapaan lembutmu, Menenangkan hatiku. Karena hangat jiwamu selalu menggetarkan jantungku Sungguh aku mencintaimu! Lebih dari yang pernah aku rencanakan sebelumnya! Salam, Aku. Semarang, 14 Februari 2014
  • 23

    Dec

    Yang Menang Itu, Kita!

    Kamu tau dua kata yang paling kubenci dan ingin ku bunuh saat ini? Mereka adalah “jarak” dan “perpisahan”. Aku ingin mereka segera lenyap dan tidak lagi mengganggu kita. Kamu tau caraku untuk membunuh mereka, sayang? Aku telah menyuntikkan “rasa percaya” ke dalam urat nadi mereka, sehingga merekan akan mati perlahan dan tak lagi berdaya untuk mengusik kita, sayang. Aku juga telah mencampurkan “kesetiaan” ke dalam makanan mereka. Sehingga tanpa mereka sadari, bukan mereka yang semakin kuat. Tapi kita! Mereka pasti tidak menyadari, bahwa aku memiliki sesuatu yang tidak akan mampu mereka lawan. Kamu tahu apa itu sayang? Aku memiliki “cinta”. Aku memiliki senjata terkuat di muka bumi. Aku yakin, sangat yakin bahwa
  • 1

    Sep

    Matahari Yang Sama

    Source from Google Hening malam kian beranjak larut. Sunyi, tenang, dan syahdu. Hanya derik serangga yang terdengar dari sela semak dan rerumputan yang saling bersahut. Alun desah rintihan angin malam pelan merambat ke setiap sisi arah mata angin. Seakan membuai menutup panjangnya hari yang terasa sangat lelah. Di atas sana, langit terbuka membentang cerah, seperti berbicara, memamerkan gemerlap titik-titik cahaya, kemegahan tiada tara karya Sang Maha Indah. Tiada awan yang menghalangi, dan tak ada mendung yang menutupi.Semua dipamerkan dengan jelas, tanpa kepalsuan, bagai sebuah p...
  • 28

    Jul

    Pulang

    …Kembali, kulihat awan membentuk wajahmu Desah angin meniupkan namamu Tubuhku terpaku, semalam… Secangkir coklat panas yang sengaja kubuat beberapa menit yang lalu, untuk menghangatkan suhu teras yang menurun tak terkendali akibat diserbu hujan deras menjelang malam. Aku mengambil tempat yang kuanggap nyaman untuk menikmati hujan sore ini dengan sesekali menyeruput coklat panas, dan menghisap beberapa batang rokok mild, ya, aku menjadi seorang perokok wanita beberapa waktu lalu yang awalnya hanya sekedar untuk menetralkan pikiran yang menjadi tidak stabil karena kejadian itu. Tabu? Ya, akupun merasa demikian pada awalnya, tapi persetan dengan semua pandangan aneh orang lain tentang seorang wanita perokok, toh itulah memang keahlian mereka, men-judge orang lain seenaknya tanpa
  • 13

    Jul

    "Our Dream, Our Faith!"

    Tangerang, Batam, Surabaya. Tiga kota ini menjadi semacam panggung pertunjukan untuk kami, panggung hidup kami. Berawal di kota yang sama, dan sekarang, jalan cerita yang sedang kami lalui membawa kami bergerak mengikuti setiap pasang kaki kami melangkah saling menjauh menuju kota tujuan kami masing-masing. Sebagian menetapkan kaki dan hidupnya untuk tetap melangkah di kota dimana kami dipertemukan, sebagian lain memutuskan untuk terus melangkahkan kaki dan hidupnya ke kota selanjutnya, menyusun cita, merajut kisah, dan membangun cerita baru dari kehidupan kami tanpa pernah melupakan cerita lama yang telah mempertemukan kami, membentuk kami seperti ini. Ini kami, yang selalu mengutarakan idealisme kami dengan cara kami masing-masing. Kami dipertemukan oleh apa yang kami sebut; “Cint
  • 5

    May

    Untitled

    Ini adalah malam yang mulai tergelincir menuju fajar Bersiap akan sentuhan-sentuhan sang mentari yang menggerayangi setiap sudut pagi Cerah… Hangat… Ini adalah siang yang mulai tergelincir menuju senja Bersiap akan dinginnya malam yang akan menyelimuti seluruh bumi. Dingin… Menusuk… Rotasi semesta itu bergerak dengan sendirinya, tulus, tanpa paksaan. Tidak ada penjelasan! Fisika hanya membuatnya tampak masuk akal. Selain itu tidak. Juga rasa ini, tidak ada penjelasan yang bisa membuatnya tampak masuk akal dan logika ketika hari itu mata ini teracuni manisnya sebuah senyuman. Perciknya membuat malam tidak lagi dingin, dan siang tidak lagi sesak. Kau pernah bertanya, tentang sebuah alasan. Kujawab seadanya, hanya untuk memuaskan logikamu. Selain dari itu, tidak!
  • 30

    Apr

    Kemarin

    Empat puluh lima menit sudah aku berdiri di titik yang sama ketika aku datang disini. Ini Minggu, Minggu yang janggal. Minggu pagi yang tak seperti biasanya kulewati. Dengan cuaca yang nampak sama cerah seperti cuaca minggu pagi di kota lama, tapi kali ini, agak terasa sedikit sesak. Sesak dalam keterasingan ini. Bukan, aku bukan sedang diasingkan dari kehidupan hari kemarin, tapi aku yang memilih untuk mengasingkan diri dari kehidupan hari kemarin yang kupunya, kemarin. Kemarinku tidak sama dengan hari ini. Kemarin aku masih bisa merasakan aroma tubuhnya, sentuhan tangannya, dan lembutnya suara yang keluar dari dari bibirnya yang manis. Masih tersisa manis bibirnya itu di bibirku hari ini. Hanya itu yang tersisa dari kemarinku. Kemarin yang kaki ini telah melangkah meninggalkannya menuju
  • 25

    Sep

    Cerita Yang Hanya Dimengerti Oleh Kita

    “Hari ini aku mau gantian traktir kamu.” “Wah, mau traktir aku apa memangnya?” “Aku mau ditraktir ice cream cone di Mekdi ya!” “Simple amat? Aku mau traktir kamu yang seribu kali lebih enak dari ice cream cone.” **** ” Gimana?” “Its taste really more than a thousands ice cream cone I ever enjoyed! And I never forget it ever after!” Dan kemudian tawa kami merekah..
  • 11

    Sep

    A Rhyme: "Terlupakan"

    Kita pernah berjanji untuk saling menerima kekurangan kita .lupa ? Kita pernah saling berpura-pura baik-baik saja, lupa? Kita pernah saling menginginkan sebuah pertemuan dengan sangat, lupa? Dan kita pernah saling membicarakan ’suatu saat nanti’, lupa? Kita juga pernah berjanji untuk tidak pernah menyalahkan jarak, dan keadaan, lupa?
  • 8

    Sep

    Pilihlah Kasihmu, Hai Mentari!

    Kau terlalu baik hati, mentari. Aku tak tahu hatimu terbuat dari debu angkasa yang berasal dari antah berantah mana Ssehingga terbuat tanpa rasa iri, dengki, cemburu yang terkadang menusuk kalbu? Kau seperti menyembunyikan semua dendammu dan terus tersenyum menjalankan tugasmu. Aku sudah katakan padamu, mentari. Sejujurnya, tak semua di sini menyukai kedatanganmu. Termasuk diriku pada sesekali waktu. Banyak mahluk bumi tak tahu diri menghujatmu dan tak menginginkan kehadiranmu. Tapi kan? Mana kau pernah peduli itu..? Kau berikan lagi dan lagi sinarmu yang manis di setiap hari. Tak peduli untuk mereka yang menungggumu atau mengujatmu. Pilihlah kasihmu, hai mentari! Sinarilah mereka yang hanya kau cintai dan ingini! Hmmm… Bagaimana jika kita berbagi ilmu? Akan kuberikan cara untuk
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post